| TV LED Via brainz.org |
Pindah rumah, pengen beli TV baru. Yah Manjain diri boleh dunk.
Tapi bingung mau memilih TV yang bagaimana? TV Jenis Apa? TV Merk Apa? TV berapa Inc Ukurannya?
Pertama tentang ukuran, kami sudah sepakat bahwa beli TV jangan sembrono terlalu besar. Jika kita ke toko TV maka ukuran 32 inc akan terasa sangat kecil karena bersanding dengan TV TV lain yang super besar. Kami memilih TV 32 Inc karena bagi kami sudah cukup besar ukuran segitu.
Merk TV
Ada banyak sekali merk TV di pasaran dan semuanya memiliki keunggulan masing-masing. Ada changhong, Sharp, LG, Samsung.
Yang terkenal paling baik piksel dan resolusinya adalah LG dan Samsung.
Tapi karena menurut kawan kami TV yang adem di mata adalah Sharp maka pilihan jatuh pada Sharp Aquos pertimbangannya hanya ke mata saja. Soal harga kami tidak membandingkan.
![Ternyata Inilah Penyebab Tragedi Maut di Mina yang Menimpa Jemaah Haji Indonesia MAKKAH - Hingga Senin (28/9) malam, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi sudah mengidentifikasi 41 jemaah calon haji Indonesia meninggal karena Tragedi Mina. Tiga di antaranya berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Hasanuddin (UPG), yang merupakan gabungan jemaah dari Sulawesi Barat yakni Majene, Polewali Mandar dan Mamasa. Selama ini beredar informasi bahwa jalur 204 (tempat di mana terjadinya insiden maut saat hendak menuju jamarat), bukan jalur yang biasa digunakan jemaah Indonesia, adalah kabar yang benar. Namun mengapa masih banyak korban asal Indonesia? Kepada salah satu media yang berbasis di Sulbar, Arajang seperti dikutip jpnn, Selasa (29/9/2017) Ketua Komisi IV DPRD Sulbar, Abd Rahim mengungkap alasan berjatuhannya korban dari Indonesia. Rahim sendiri merupakan anggota Kloter 10 UPG. Dia menjelaskan, rombongannya seharusnya melalui jalur King Fahd, yang lazim digunakan jemaah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Namun dalam perjalanan, jalur tersebut sedang diblokade polisi Arab Saudi. Setelah terjadi pemblokadean, jemaah kloter 10 UPG diarahkan ke jalur 204. Hal itulah yang membuat jemaah kloter 10 UPG berjubel dengan orang Afrika, Turki, Iran dan seterusnya di tempat terjadinya Tragedi Mina 2017. "Terlepas dari takdir yang Allah, telah terjadi situasi seperti itu (perpindahan jalur)," kata Rahim via BlackBerry Messenger (BBM), Senin (28/9). Rahim juga mengungkap, pernyataan Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat yang menyatakan jemaah calon haji Indonesia keluar jalur saat perjalanan menuju Jamarat (tempat pelontaran), tidak salah. "Mungkin itu juga alasan Kepala Daker Makkah sehingga menyatakan bahwa jalur 204 menuju Jamarat (tempat pelontaran) itu bukan jalur yang biasa dilewati jemaah Indonesia. Tetapi Kepala Daker mungkin tidak tahu telah terjadi pemblokadean jalur King Fahd," pungkas Rahim. [*]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0_sN5q6BIYCKO6Z3MmES9UDKBasLrjxxBdRzBuy-4yeFnj9lGbAkamIZ6VHjKsG_V-NLui0QuKNFKzv13GRn10TGULrlq0wRE-URnFIfSv96bNWFyYjVX1WDXvFCi4V_wT6HucUwbU9I/s640/ilustrasi_haji_afp.jpg)
![[COVER STORY] Tragedi Kelabu di Mina, Kronologis, Korban Hingga Catatan Sejarah dari Tahun ke Tahun Tepat pada perayaan Hari Raya Iduladha, kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Setelah musibah jatuhnya crane di Mekah, hari ini, ratusan jemaah meninggal dunia karena terinjak dan kurang oksigen di Mina. Hingga pukul 23.51 WIB, tercatat sebanyak 719 jiwa meninggal dunia dan 850 luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pukul 07.00 waktu setempat atau saat jemaah akan melakukan ibadah lempar jumrah. Kejadian itu terjadi di antara tenda-tenda di kota yang terletak 5 kilometer dari Mekah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari berhentinya sekelompok jamaah secara tiba-tiba. "Kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina. Awal kejadian karena ada sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan," ungkap Arrmanatha melalui pesan singkat seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (24/9/2017). Sementara itu, jemaah yang berada di belakangnya, terus merangsak maju. Akibatnya, sebagian jemaah berjatuhan dan terinjak. "Insiden terjadi pukul 11.00 WIB akibat saling dorong jemaah di area tenda Mina saat menuju ke lokasi jumrah aqobah," sebut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal. Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi saat dua kelompok besar peziarah bertemu di persimpangan besar. Desakan dan saling dorong tak terelakkan. Pemerintah Arab Saudi langsung bergerak cepat ke tempat insiden. Sebanyak 220 ambulans dan 4 ribu pekerja SAR dikerahkan ke tempat kejadian. Hal ini dilakukan demi memperlancar proses evakuasi.](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGzZN31GyeGOXtkqScol1XnCKBNbdF9GnHkpefRTWEooM4HENR3geW_9n9oqRymzvkAzPpKYZavB7Evmerp7IyxE_Gks7dHzsh-WWsFoL28yWcZ5GEso6OjuR0SX8NpQ4MvNoQz_zv2so/s640/images.jpg)
![[COVER STORY] Tragedi Kelabu di Mina, Kronologis, Korban Hingga Catatan Sejarah dari Tahun ke Tahun Tepat pada perayaan Hari Raya Iduladha, kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Setelah musibah jatuhnya crane di Mekah, hari ini, ratusan jemaah meninggal dunia karena terinjak dan kurang oksigen di Mina. Hingga pukul 23.51 WIB, tercatat sebanyak 719 jiwa meninggal dunia dan 850 luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pukul 07.00 waktu setempat atau saat jemaah akan melakukan ibadah lempar jumrah. Kejadian itu terjadi di antara tenda-tenda di kota yang terletak 5 kilometer dari Mekah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari berhentinya sekelompok jamaah secara tiba-tiba. "Kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina. Awal kejadian karena ada sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan," ungkap Arrmanatha melalui pesan singkat seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (24/9/2017). Sementara itu, jemaah yang berada di belakangnya, terus merangsak maju. Akibatnya, sebagian jemaah berjatuhan dan terinjak. "Insiden terjadi pukul 11.00 WIB akibat saling dorong jemaah di area tenda Mina saat menuju ke lokasi jumrah aqobah," sebut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal. Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi saat dua kelompok besar peziarah bertemu di persimpangan besar. Desakan dan saling dorong tak terelakkan. Pemerintah Arab Saudi langsung bergerak cepat ke tempat insiden. Sebanyak 220 ambulans dan 4 ribu pekerja SAR dikerahkan ke tempat kejadian. Hal ini dilakukan demi memperlancar proses evakuasi.](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0-HUT3-RyPLfh92nXrX9vnmDextY2O93bbluuF7XQbRo0DMM6lP10M-BKM060j-BtwynkFyIBSrX4_45g5DKHfNsKxI8erh9PtSHnAFbBocfdgUdY4tD5I75p1lRzKR0kpfAs0bSx6Mo/s640/Tragedi+Mina+%25288%2529.jpg)
![[COVER STORY] Tragedi Kelabu di Mina, Kronologis, Korban Hingga Catatan Sejarah dari Tahun ke Tahun Tepat pada perayaan Hari Raya Iduladha, kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Setelah musibah jatuhnya crane di Mekah, hari ini, ratusan jemaah meninggal dunia karena terinjak dan kurang oksigen di Mina. Hingga pukul 23.51 WIB, tercatat sebanyak 719 jiwa meninggal dunia dan 850 luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pukul 07.00 waktu setempat atau saat jemaah akan melakukan ibadah lempar jumrah. Kejadian itu terjadi di antara tenda-tenda di kota yang terletak 5 kilometer dari Mekah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari berhentinya sekelompok jamaah secara tiba-tiba. "Kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina. Awal kejadian karena ada sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan," ungkap Arrmanatha melalui pesan singkat seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (24/9/2017). Sementara itu, jemaah yang berada di belakangnya, terus merangsak maju. Akibatnya, sebagian jemaah berjatuhan dan terinjak. "Insiden terjadi pukul 11.00 WIB akibat saling dorong jemaah di area tenda Mina saat menuju ke lokasi jumrah aqobah," sebut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal. Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi saat dua kelompok besar peziarah bertemu di persimpangan besar. Desakan dan saling dorong tak terelakkan. Pemerintah Arab Saudi langsung bergerak cepat ke tempat insiden. Sebanyak 220 ambulans dan 4 ribu pekerja SAR dikerahkan ke tempat kejadian. Hal ini dilakukan demi memperlancar proses evakuasi.](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTJQU-xMBrRoaZERTQvBcU-K0oxkWQoqBQiaEQmJdEfCew8PEal8hBeU9C2uuWVa99QXPRvHmckzyx6D-zkrAx-o5KeJcchYTDwltPfI0H1c42EjDc1eY60FNtqsyXXCwjnHLNWiUc6gc/s640/Tragedi+Mina+%25287%2529.jpg)
![[COVER STORY] Tragedi Kelabu di Mina, Kronologis, Korban Hingga Catatan Sejarah dari Tahun ke Tahun Tepat pada perayaan Hari Raya Iduladha, kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Setelah musibah jatuhnya crane di Mekah, hari ini, ratusan jemaah meninggal dunia karena terinjak dan kurang oksigen di Mina. Hingga pukul 23.51 WIB, tercatat sebanyak 719 jiwa meninggal dunia dan 850 luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pukul 07.00 waktu setempat atau saat jemaah akan melakukan ibadah lempar jumrah. Kejadian itu terjadi di antara tenda-tenda di kota yang terletak 5 kilometer dari Mekah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari berhentinya sekelompok jamaah secara tiba-tiba. "Kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina. Awal kejadian karena ada sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan," ungkap Arrmanatha melalui pesan singkat seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (24/9/2017). Sementara itu, jemaah yang berada di belakangnya, terus merangsak maju. Akibatnya, sebagian jemaah berjatuhan dan terinjak. "Insiden terjadi pukul 11.00 WIB akibat saling dorong jemaah di area tenda Mina saat menuju ke lokasi jumrah aqobah," sebut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal. Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi saat dua kelompok besar peziarah bertemu di persimpangan besar. Desakan dan saling dorong tak terelakkan. Pemerintah Arab Saudi langsung bergerak cepat ke tempat insiden. Sebanyak 220 ambulans dan 4 ribu pekerja SAR dikerahkan ke tempat kejadian. Hal ini dilakukan demi memperlancar proses evakuasi.](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijdDRwQ7YGyHsCHcjcvmU0Mb2dOZOnUsmLb1KnFoFbgmj3azznr6moT5LX-ZodOjehOzUSlyd5Kt2eacaLhDlmelwV8uIQwvAU9K8RFWdSYY1yr9oC6Qsi0cDOIJ7uAxmpOISpnwJKvmw/s640/Tragedi+Mina+%25281%2529.jpg)
![[COVER STORY] Tragedi Kelabu di Mina, Kronologis, Korban Hingga Catatan Sejarah dari Tahun ke Tahun Tepat pada perayaan Hari Raya Iduladha, kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Setelah musibah jatuhnya crane di Mekah, hari ini, ratusan jemaah meninggal dunia karena terinjak dan kurang oksigen di Mina. Hingga pukul 23.51 WIB, tercatat sebanyak 719 jiwa meninggal dunia dan 850 luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pukul 07.00 waktu setempat atau saat jemaah akan melakukan ibadah lempar jumrah. Kejadian itu terjadi di antara tenda-tenda di kota yang terletak 5 kilometer dari Mekah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan kejadian tersebut berawal dari berhentinya sekelompok jamaah secara tiba-tiba. "Kejadian terjadi di jalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina. Awal kejadian karena ada sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti, sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan," ungkap Arrmanatha melalui pesan singkat seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (24/9/2017). Sementara itu, jemaah yang berada di belakangnya, terus merangsak maju. Akibatnya, sebagian jemaah berjatuhan dan terinjak. "Insiden terjadi pukul 11.00 WIB akibat saling dorong jemaah di area tenda Mina saat menuju ke lokasi jumrah aqobah," sebut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal. Seperti dikutip dari The Guardian, insiden terjadi saat dua kelompok besar peziarah bertemu di persimpangan besar. Desakan dan saling dorong tak terelakkan. Pemerintah Arab Saudi langsung bergerak cepat ke tempat insiden. Sebanyak 220 ambulans dan 4 ribu pekerja SAR dikerahkan ke tempat kejadian. Hal ini dilakukan demi memperlancar proses evakuasi.](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh4KYBIIYqi4rpBwaPs_svPHc1t7YBR9I5RSzvDwHl4t6xw6MeZrvXnALaS-MQgJ1bzZh668ZYfe6RYb4lcEhPON8gnSx_zBkEGN5pXxylTiFAc1iCBljd9ZhhqaJ0iF19n7_WmlyjT5M/s640/Tragedi+Mina+%25281%2529.png)


![[RADAR BANJARMASIN EDISI 30 JULI 2017] Korban Dualisme Golkar dan Fatwa Haram BPJS UPAYA islah kedua Kubu Golkar dalam mengajukan calon di pemilihan umum kepala daerah serentak 2017, ternyata tidak sepenuhnya mulus. Tim bersama penjaringan calon kepala daerah dari dua kubu Partai Golongan Karya yang disebut Tim 10, hanya mampu menyepakati pencalonan bersama di 219 daerah. Sedangkan di 50 kabupaten/kota, dua kubu Partai Golkar di daerah belum menyepakati satu nama untuk diajukan. Ya, inilah salah satu tajuk utama Radar Banjarmasin Edisi 30 Juli 2017 dengan mengulas secara mendalam Korban Dualisme Golkar. Selain itu, dalam edisi yang sama, Radar Banjarmasin juga mengupas fatwa haram MUI tentang BPJS. [*]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrkfl7i1bPCb-uRlfU_H2Vr4la1gxZnJRBikQRM6xWfMqvwmYCkOH-YjUXxlYhJ68raudIE8-1meWGoelAC2Se7DvMWDc-iQlZSGzax827rfd3ZzHz0xLaRn1z0sS-Z0ioCSfJjES3TDg/s320/Radar-Banjarmasin-30072017.jpg)
