Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Mei 2017

Taman Bermain Syariah Banjarbaru, Taman yang Beda dari yang Lain

"Saya sering mendengar cerita dari warga. Sebenarnya saya pribadi juga mengalaminya. Risih membawa anak kecil ke Lapangan Murjani. Karena sebagian pakaian pengunjungnya kekurangan kain,"
"Saya sering mendengar cerita dari warga. Sebenarnya saya pribadi juga mengalaminya. Risih membawa anak kecil ke Lapangan Murjani. Karena sebagian pakaian pengunjungnya kekurangan kain," cetus Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani seperti dilansir prokal.co. Itulah salah satu alasan dan latar belakang pemerintah Kota Banjarbaru membangun taman dengan konsep syariah.
Kisah ini Nadjmi ungkapkan dalam pencanangan Kota Layak Anak di RTH Bumi Cahaya Bintang, Kelurahan Sungai Besar. RTH baru ini lokasinya berada tepat di depan Masjid Agung Almunawwarah di Banjarbaru Selatan. Proyek taman itu sedang dalam pengerjaan.

Menyandang konsep RTH Islami, pengunjung wajib mengenakan pakaian yang sopan dengan menutup auratnya. Tidak boleh berpakaian minim. Macam hotpants atau tanktop. "Karena kurang kain yang melihat jadi sakit mata. Kurang sreg mau berlama-lama di Murjani," imbuhnya.

Nadjmi meminta jajarannya untuk memperbanyak pembebasan tanah di lokasi-lokasi strategis kota. Mumpung harga tanah belum melambung tinggi. RTH menurutnya adalah relaksasi menyehatkan dan murah meriah bagi warga. Setelah penat dengan rutinitas pekerjaan sepekan lewat.

"Perbanyak beli tanah, perbanyak bangun RTH. Sebagian orang mungkin heran. Tapi saya yakin, sedikit-banyak RTH akan berbanding dengan lurus tingkat rendah-tinggi kebahagiaan masyarakat," pungkasnya.

Selain RTH dekat masjid agung, yang sedang digenjot pemko juga pembangunan RTH di sepanjang bantaran Sungai Kemuning. Dimulai dari Kampung Pelangi di Kelurahan Guntung Paikat.

Berasa Timur Tengah, Taman Ditanami Kurma

Kurma yang sering disebut-sebut dalam sirah (sejarah perjalanan hidup) Nabi Muhammad SAW, nantinya bakal bisa dilihat secara langsung oleh warga kota Banjarbaru di taman syariah. Lebih dari sekadar peneduh, warga bisa berselfie bersama pohon-pohon khas gurun tersebut.

"Kurma kami datangkan dari pembibitan di Bogor. Kami yakin ini bakal menjadi ikon RTH Islami tersebut," kata Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Banjarbaru, Tri Wijayanti.

RTH Syariah itu beberapa kali disinggung Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani. Ia mengaku sering mendapat keluhan orang tua yang risih membawa putra-putrinya bermain ke Lapangan Murjani. Lantaran banyaknya pengunjung yang berpakaian minim.

Di RTH Syariah ini pengunjung taman tentu harus menjaga etika berpakaian. Aurat tak boleh diumbar, apalagi dipakai buat mojok dan berpacaran. Nadjmi yakin RTH ini bisa menjadi solusi dari keluhan tersebut.

Kembali pada Tri, ia menyebut pembangunan tahap pertama RTH akan rampung pada Agustus nanti. "Agustus sudah bisa warga manfaatkan. Sambil pengerjaan tahap kedua," jelasnya.

Pengerjaan RTH ini boleh dikata keroyokan. Lahan RTH disediakan pemko. Sementara anggaran pembangunannya dibantu APBD pemprov. Tahap pertama berupa struktur RTH, jalur pedestrian, dan penanaman pohon peneduh.

Sedangkan pada tahap kedua akan dibangun panggung untuk kegiatan keagamaan semisal MTQ dan tablig akbar. Tri berharap, usulan pembangunan tahap kedua agar dibiayai APBN bisa disetujui pemerintah pusat.

Amanah Undang-Undang No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, pemerintah daerah wajib menyediakan RTH seluas 30 persen dari total luas kota. Dengan pembagian proporsi 20 persen RTH publik dan 10 persen RTH milik privat.

Dari luas kota Banjarbaru 371 kilometer persegi, data Dinas Pekerjaan Umum menyebut Banjarbaru sudah memiliki luas RTH 10,24 persen. Angka itu akan terus didongkrak hingga tembus ke 20 persen. "Kita diuntungkan karena kota ini masih memiliki banyak lahan kosong," pungkasnya.  (*)

Jumat, 01 Januari 2016

Ini Dia Berita Paling Populer Radar Banjarmasin Sepanjang 2015

TAHUN 2017 akan segera berlalu. Sebagai tahun politik, begitu banyak hiruk-pikuk yang mengiringi tahun 2017. Dalam momentum Pilkada serentak di 7 kabupaten kota dan provinsi ada tiga tokoh yang paling banyak menguras perhatian massa.   Selain ketiga tokoh tersebut, sepanjang 2017 kasus peredaran zenith "obat jin" paling menonjol. Berikut ulasan yang dilansir Radar Banjarmasin, Jumat 1 Januari 2017.
TAHUN 2017 akan segera berlalu. Sebagai tahun politik, begitu banyak hiruk-pikuk yang mengiringi tahun 2017. Dalam momentum Pilkada serentak di 7 kabupaten kota dan provinsi ada tiga tokoh yang paling banyak menguras perhatian massa. 



Selain ketiga tokoh tersebut, sepanjang 2017 kasus peredaran zenith "obat jin" paling menonjol. Berikut ulasan yang dilansir Radar Banjarmasin, Jumat 1 Januari 2017.



H Muhidin

Gaya yang tak biasa, lucu dan menyerempet kontroversi membuat H Muhidin menjadi tokoh yang paling banyak disebut namanya di tahun 2017. Walikota Banjarmasin ini mulai menjadi buah bibir setelah maju menjadi calon gubernur dari jalur perseorangan. Namanya semakin meroket setelah di awal perhitungan cepat versi sebuah stasiun televisi dia berhasil menang. Meski pada akhirnya dalam hitungan KPU, Muhidin tersisih, dia menyatakan legowo.

Sahbirin Noor

Dari seorang buruh panggul pelabuhan ke kursi tertinggi di Provinis Kalimantan Selatan. Itulah gambaran perjalanan Sahbirin Noor. Anak sungai Martapura ini awalnya adalah pendatang baru di dunia perpolitikan Kalsel. Namanya menggebrak Banua setelah dia berhasil mendapatkan sejumlah dukungan politik dari partai-partai besar dan menjadikan petahana Rudy Resnawan menjadi wakilnya. Paman Birin, nama tenarnya, akhirnya terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Selatan setelah menang tipis atas Muhidin.

Ardiansyah

Nama Ardiansyah menjadi perbincangan di Banua bahkan di nasional saat dia ditangkap KPK di sebuah hotel di Bali. Padahal Anggota Komisi IV DPR dari PDI-P ini rencananya akan maju sebagai calon Gubernur Kalimantan Selatan. Spanduk dan balihonya telah tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan. 

2017, Zenith Jadi Raja Obat

Zenith menjadi raja obat yang penyebarannya paling massif di tahun 2017 di Banjarmasin. Sebagai parameter provinsi, dugaan obat yang disebut Obat “Jin” ini juga menyebar di Banua. 

Pil yang sebenarnya bukan termasuk dalam daftar golongan Narkotika dan Psikotropika ini kerap disalahgunakan. 

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Wahyono, mengatakan peredaran obat daftar G sangat memprihatinkan di wilayah hukumnya. 

Di tahun ini, pihaknya berhasil menyita 402,842 butir zenith yang menjadi barang bukti kasus penyalahgunaan obat-obatan.

Diakui Wahyono, pihaknya mengalami kendala di masalah regulasi. Wilayah abu-abu obat zenith membuat pihaknya kesulitan menentukan pengguna atau penyalahgunaan.

Hasil survei pihaknya di lapangan, kebanyakan penggunanya mengkonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Kami hanya bisa melakukan pembinaan bagi pengguna yang tertangkap. Tapi upaya untuk memberantas peredaran dan penjualnya itu pasti kita giatkan,” kata Wahyono.

Sementara itu, hasil keseluruhan tindak pidana narkoba yang terjadi di wilayah hukum Polresta Banjarmasin, mengalami kenaikan 76 kasus di banding ditahun 2018 lalu. Yakni 354 kasus ditahun 2017 sedangkan ditahun 2018 sebanyak 245 kasus dan mengalami kenaikan sebanyak 27%.

“Dari jumlah 354 kasus, 304 kasus berhasil diselesaikan ke proses hukum lebih lanjut,” ungkap Wahyono.  []

Senin, 16 November 2015

Kota Banjarbaru Mulai Tidak Aman!

KEJADIAN yang menewaskan seorang remaja di kawasan taman Van Der Pijl Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu, 15 November 2017 memunculkan stigma baru bahwa Banjarbaru kini mulai tidak aman. Betapa tidak, kawasan yang harusnya aman karena hanya berjarak 20 meter dari objek vital rumah dinas walikota, nyatanya menjadi saksi bisu peristiwa memilukan hingga menelan korban jiwa.  Dilansir harian Radar Banjarmasin, Senin 16 November 2017, pada Minggu (15/11) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita, dua orang Pelajar SMK PGRI 1 Kota Banjarbaru yang sedang menikmati malam minggunya di Taman Van Der Pijl Kota Banjarbaru bernasib tragis.   Mereka berdua dibegal dua orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam. Salah seorang korban Dendi (17) warga Gang Mufakat Martapura Kabupaten Banjar meninggal Dunia. Tidak hanya itu saja, sepeda korban dibawa kabur oleh kawanan begal. Sedangkan sang kawan yang juga korban Maulana (17), warga Awang Bangkal Karang Intan Kabupeten Banjar, mengalami luka tusuk di pinggang, dan tangan kanannya.   Korban yang selamat Maulana (17) saat ditemui wartawan di RSUD Banjarbaru mengatakan, sebelum kejadian mereka sedang santai-santai di Pos Taman Van Der Pijl sejak pukul 01.30 Wita, habis jalan-jalan malam mingguan. Awalnya dirinya berlima dengan teman-teman, tak lama kemudian tiga orang temanya pamit membeli bensin ke arah simpang empat Banjarbaru.   “Jadi tertinggal saya dengan Dendi saja, tak lama kemudian datang dua orang tidak dikenal mendekati kami dari arah Lapangan Basket. Sepertinya mereka mengincar kami, saya juga melihat mereka lama didekat lapangan basket itu,” ungkapnya.
TERKAPAR : Korban Dendi (17) warga Gang Mufakat Martapura Kabupaten Banjar tewas dibegal di taman Van Der Pijl Kota Banjarbaru.
KEJADIAN yang menewaskan seorang remaja di kawasan taman Van Der Pijl Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu, 15 November 2017 memunculkan stigma baru bahwa Banjarbaru kini mulai tidak aman. Betapa tidak, kawasan yang harusnya aman karena hanya berjarak 20 meter dari objek vital rumah dinas walikota, nyatanya menjadi saksi bisu peristiwa memilukan hingga menelan korban jiwa.

Dilansir harian Radar Banjarmasin, Senin 16 November 2017, pada Minggu (15/11) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita, dua orang Pelajar SMK PGRI 1 Kota Banjarbaru yang sedang menikmati malam minggunya di Taman Van Der Pijl Kota Banjarbaru bernasib tragis.

Mereka berdua dibegal dua orang tidak dikenal dengan menggunakan senjata tajam. Salah seorang korban Dendi (17) warga Gang Mufakat Martapura Kabupaten Banjar meninggal Dunia. Tidak hanya itu saja, sepeda korban dibawa kabur oleh kawanan begal. Sedangkan sang kawan yang juga korban Maulana (17), warga Awang Bangkal Karang Intan Kabupeten Banjar, mengalami luka tusuk di pinggang, dan tangan kanannya.

Korban yang selamat Maulana (17) saat ditemui wartawan di RSUD Banjarbaru mengatakan, sebelum kejadian mereka sedang santai-santai di Pos Taman Van Der Pijl sejak pukul 01.30 Wita, habis jalan-jalan malam mingguan. Awalnya dirinya berlima dengan teman-teman, tak lama kemudian tiga orang temanya pamit membeli bensin ke arah simpang empat Banjarbaru.

“Jadi tertinggal saya dengan Dendi saja, tak lama kemudian datang dua orang tidak dikenal mendekati kami dari arah Lapangan Basket. Sepertinya mereka mengincar kami, saya juga melihat mereka lama didekat lapangan basket itu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sekitar pukul 03.30 Wita dua orang tersebut mencoba mendekati mereka, Lana yang curiga langsung memberi kabar pada Dendi (17) untuk segera beranjak dari taman tersebut. tetapi malang tidak dapat ditolak, belum sempat menyalakan sepeda motor mereka kedua orang pembegal tersebut sudah didekat mereka.

“Mereka teriak-teriak Woi-woi, lalu saya sudah berfirasat tidak baik. Saya suruh Dendi untuk cepat menyalakan kendaraan, cepat Den bejauh kata saya. Belum sempat nyala motornya, saya yang duduk dibelakang kena tusuk di pinggang sekali. Lalu mau ditusuk lagi saya pegang senjatanya mencoba melawan, tangan saya luka. Karena panik lalu saya lari ketengah jalan meminta tolong,” jelasnya.

Saat panik itulah dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi dengan temannya Dendi (17). Saat dirinya mencoba menengok kebelakang Dendi sudah terkapar di pinggir jalan, persis di samping taman Van Der Pijl, seberang rumah Dinas Walikota Banjarbaru. Tak lama berselang dirinya juga sempat melihat kedua tersangka membawa motor Mio milik Dendi kabur kearah Banjarmasin dengan melawan arah jalan.

“Saya lari ketengah jalan tidak ada yang menolongi, banyak orang yang lihat tapi tidak berani menolong. Di depan rumah walikota juga sepi tidak ada Satpol PP, jadi saya lari ke arah Unlam, saya tidak tahu lagi keadaan Dendi saat itu,” ungkap siswa kelas 1 SMK PGRI Martapura tersebut.

Setelah itu dirinya barulah bertemu dengan tiga orang temannya Putra, Novi, dan Jaya yang sebelumnya pamit membeli bensin. Setelah itu barulah dirinya ditolong teman-temannya tersebut, dan polisipun tak lama datang ke lokasi, lalu dirinya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

Dilokasi kejadian sendiri terlihat genangan darah korban perampokan tersebut, tak lama berselang polisi melakukan identifikasi, dan menutup darah tersebut dengan pasir. Dirinya mengaku tidak kenal dengan para perampok tersebut, tetapi dirinya ingat dengan ciri-ciri pelaku dua orang tersebut.

“Mereka pakai jaket serba hitam, masih kelihatan muda sekitar umur 25 tahunan, tinggi kurus-kurus, saya tidak kenal sama sekali dengan para pelaku. Dendi juga tidak pernah bercerita kalau ada masalah dengan orang. Dendi itu orangnya baik tidak pernah ada masalah, dan setahu saya dia tidak punya musuh,”terangnya.

Sedangkan Dendi (17) warga Gang Mufakat Martapura yang menjadi korban meninggal dunia mengalami luka tusuk di Pinggang kiri, dada kiri, dan punggung kanan. Menurut Informasi korban meninggal ditempat kejadian, dan tidak sampai mendapatkan perawatan medis. Korban tak lama di bawa ke rumah duka oleh keluarga untuk di kebumikan.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Abdul Mufid membenarkan kejadian tersebut, dia mengatakan saat ini kasus tersebut sudah dalam penanganan pihak Kepolisian.

“Kasus Pencurian dengan kekerasan ini masih kita dalami, saksi korban juga sudah kita mintai keterangan terkait kronologis dan ciri-ciri tersangka. Semoga saja Himbauan kepada masyarakat dan anak-anak remaja agar tidak keluar terlalu larut malam, serta menghindari tempat sepi yang bisa memicu tindak kejahatan. Diharapkan kepada orang tua juga lebih memperhatikan dan memberikan pengawasan kepada anak-anak mereka, apalagi yang masih kecil dan remaja.  []

Kamis, 30 Juli 2015

[RADAR BANJARMASIN EDISI 30 JULI 2015] Korban Dualisme Golkar dan Fatwa Haram BPJS

UPAYA islah kedua Kubu Golkar dalam mengajukan calon di pemilihan umum kepala daerah serentak 2017, ternyata tidak sepenuhnya mulus. Tim bersama penjaringan calon kepala daerah dari dua kubu Partai Golongan Karya yang disebut Tim 10, hanya mampu menyepakati pencalonan bersama di 219 daerah.   Sedangkan di 50 kabupaten/kota, dua kubu Partai Golkar di daerah belum menyepakati satu nama untuk diajukan. Ya, inilah salah satu tajuk utama Radar Banjarmasin Edisi 30 Juli 2017 dengan mengulas secara mendalam Korban Dualisme Golkar.  Selain itu, dalam edisi yang sama, Radar Banjarmasin juga mengupas fatwa haram MUI tentang BPJS.  [*]
UPAYA islah kedua Kubu Golkar dalam mengajukan calon di pemilihan umum kepala daerah serentak 2017, ternyata tidak sepenuhnya mulus. Tim bersama penjaringan calon kepala daerah dari dua kubu Partai Golongan Karya yang disebut Tim 10, hanya mampu menyepakati pencalonan bersama di 219 daerah.

Sedangkan di 50 kabupaten/kota, dua kubu Partai Golkar di daerah belum menyepakati satu nama untuk diajukan. Ya, inilah salah satu tajuk utama Radar Banjarmasin Edisi 30 Juli 2017 dengan mengulas secara mendalam Korban Dualisme Golkar.

Selain itu, dalam edisi yang sama, Radar Banjarmasin juga mengupas fatwa haram MUI tentang BPJS.  [*]

Kamis, 25 Juni 2015

[TOP NEWS RADAR BANJARMASIN] Kalsel Geger Bakso Babi

[TOP NEWS RADAR BANJARMASIN] Kalsel Geger Bakso Babi - Warga Hulu Sungai Tengah, kemarin (25/6) petang mendadak geger, sumbernya adalah pesan berantai melalui BlackBerry Messenger. Isinya sangat mengagetkan, dua warung bakso ternama di Barabai, pentolnya bercampur dengan daging babi. Wartawan Radar Banjarmasin pun berusaha mengklarifikasi informasi menghebohkan tersebut. Mengingat isu daging babi sangat sensitif bagi warga Barabai yang dikenal religius. Sementara, kedua warung itu, selama ini menjadi salah satu tujuan favorit penggemar bakso di kota Apam. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan HST Zainal Abidin pun kaget dengan beredarnya kabar tersebut. "Saya kaget, kok cepat sekali beredar informasinya," ujar Zainal, Kamis (26/6/2017).
Grafis : Yoyo | Layout : Bayu | Redaktur : Randu
[TOP NEWS RADAR BANJARMASIN] Kalsel Geger Bakso Babi - Warga Hulu Sungai Tengah, kemarin (25/6) petang mendadak geger, sumbernya adalah pesan berantai melalui BlackBerry Messenger. Isinya sangat mengagetkan, dua warung bakso ternama di Barabai, pentolnya bercampur dengan daging babi.

Wartawan Radar Banjarmasin pun berusaha mengklarifikasi informasi menghebohkan tersebut. Mengingat isu daging babi sangat sensitif bagi warga Barabai yang dikenal religius. Sementara, kedua warung itu, selama ini menjadi salah satu tujuan favorit penggemar bakso di kota Apam.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan HST Zainal Abidin pun kaget dengan beredarnya kabar tersebut. "Saya kaget, kok cepat sekali beredar informasinya," ujar Zainal, Kamis (26/6/2017). 


Tak hanya berita tentang bakso Babi, Radar Banjarmasin edisi hari ini juga mengangkat topik dukungan fiktif dalam Pemilukada.  "95 Persen Dukungan Fiktif" begitu judul koran ini mengungkap data.  [*]

 
[Berita selengkapnya bisa dibaca di harian Radar Banjarmasin, Edisi Jumat 26 Juni 2017]