Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juni 2017

4 Tipe Keluarga dalam Sejarah Islam, Tipe Ketiga Paling Diidamkan

 SIAPA yang tak ingin memiliki keluarga sakinah mawadah warohmah.  Semua muslim bahkan boleh jadi non muslim pun mendambakannya.  Namun begitu, tak semua manusia bisa mewujudkan keluarga yang didambakannya.  Bahkan sejarah Islam pun mencatat, ada 4 tipe keluarga yang boleh jadi salah satunya identik dengan tipe keluarga kita.

SIAPA
yang tak ingin memiliki keluarga sakinah mawadah warohmah.  Semua muslim bahkan boleh jadi non muslim pun mendambakannya.  Namun begitu, tak semua manusia bisa mewujudkan keluarga yang didambakannya.  Bahkan sejarah Islam pun mencatat, ada 4 tipe keluarga yang boleh jadi salah satunya identik dengan tipe keluarga kita.

Dikutip dari laman duniaislam.org, Kamis 1 Juni 2017, Tipe pertama adalah Keluarga Nabi Nuh dan Nabi Luth Alaihissalam.  Suaminya saleh, istrinya durhaka.   Secara umum kisah nabi Nuh dan Luth menunjukan kehidupan tentang seorang suami yang shaleh tetapi istrinya durhaka.

Seperti dalam kisah Nabi Nuh ketika dalam bencana banjir besar nabi Nuh meminta anak dan istri nya naik ke kapal tetapi justru mereka mengabaikan dan akhirnya keduanya tenggelam dalm banjir besar tersebut.

Begitu juga dalam kisah Istri Nabi Luth yang lebih memilih harta agar menebarkan fitnah kepada masyarakat bahwa Nabi Luth berbuat layaknya kaum yang lain tentang kehidupan homonya. Naudzubillah

SIAPA yang tak ingin memiliki keluarga sakinah mawadah warohmah.  Semua muslim bahkan boleh jadi non muslim pun mendambakannya.  Namun begitu, tak semua manusia bisa mewujudkan keluarga yang didambakannya.  Bahkan sejarah Islam pun mencatat, ada 4 tipe keluarga yang boleh jadi salah satunya identik dengan tipe keluarga kita.
Ilustrasi Istri Durhaka  |  Foto via webmuslimah.com

Tipe kedua adalah keluarga Fir’aun. Istrinya salehah tapi suaminya durhaka.  Secara umum kisah Firaun, menunjukan kehidupan bahwa ada Suami yang durhaka tetapi istri shalehah.

Tipe ketiga
adalah keluarga Nabi Ibrahim. Suami dan istri taat kepada Allah. Bahkan sampai anak cucunya.  Secara umum kisah Nabi Ibrahim AS menceritakan tentang kehidupan suami yang shaleh di ikuti juga istri dan anak cucu nya.

Tipe keempat adalah keluarga Abu Lahab. Baik suami maupun istri sama-sama durhaka.  Secara umum kisah Abu Lahab menceritakan suami yang durhaka diikuti juga istrinya.  Abu Lahab termasuk paman Nabi Muhammad SAW. Ia dinamakan Abu Lahab karena wajahnya yang selalu menyala-nyala, dan istri Abu Lahab bernama Ummu Jamil.

Walaupun Abu Lahab merupakan paman Nabi tetapi orang yang sangat membenci Nabi Muhammad dan selalu ingin mencelakakan Nabi. Maka Allah SWT menceritakan dalam Al Quran, Abu Lahab dan sang istri ditakdirkan masuk neraka, kemudian Allah menurunkan surah al-Lahab yang menjelaskan bahwa harta dan keturunan tidak akan berguna di hari kiamat.  Wallahu'alam bishowab

Minggu, 24 April 2016

Ragu dan Takut untuk Menikah? Ingat ini Janji Allah SWT

Dijaman serba sulit sekarang ini tak sedikit pemuda yang masih menganggap bahwa pernikahan itu sebuah beban. Ketakutan ditimpa kesulitan ekonomi dan pendidikan kerap mewarnai alasan mereka tak mau menjalin hubungan serius dengan pasangan di pelaminan.  Jika anda merasa begitu, itu tak lain adalah penyakit ragu-ragu yang sedang mengganggu. Anda harus segera intropeksi diri. Ingatlah janji Allah SWT:

Dijaman serba sulit sekarang ini tak sedikit pemuda yang masih menganggap bahwa pernikahan itu sebuah beban. Ketakutan ditimpa kesulitan ekonomi dan pendidikan kerap mewarnai alasan mereka tak mau menjalin hubungan serius dengan pasangan di pelaminan.

Jika anda merasa begitu, itu tak lain adalah penyakit ragu-ragu yang sedang mengganggu. Anda harus segera intropeksi diri. Ingatlah janji Allah SWT:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. an-Nur [24]: 32)

Jika memang Allah Taala berjanji demikian, kenapa harus ragu? Jika memang janji dari Zat yang Mahabenar itu sudah jelas tertulis di dalam al-Quranul Karim, mengapa mesti ada ketakutan untuk segera menikah? Padahal, calon pasangan sudah ada. Padahal, umur sudah waktunya dan memang pantas segera menikah.

Maka jalan keluarnya adalah berikhtiar. Jika berikhtiar sudah dilakukan, maka jangan pernah berhenti sekaligus berdoa. Percayalah, Allah Taala telah menentukan saat-saat yang tepat dan terbaik bagi hamba-Nya yang tak pernah putus asa dari Rahmat-Nya. (*)

Wahai Istri, Perhatikan ini Jika Ingin Suamimu Betah di Rumah


Membuat suami betah di rumah sebenarnya gampang-gampang susah. Dalam hubungan keluarga, membuat kedua belah pihak merasa nyaman satu sama lain tak lepas dari seni membangun hubungan dan komunikasi dalam rumah tangga. Begitu pula jika kita ingin pasangan khususnya suami lebih banyak waktu di rumah ketimbang di luar rumah.  Berikut ini beberapa cara untuk membuat suami betah di rumah:

Membuat suami betah di rumah sebenarnya gampang-gampang susah. Dalam hubungan keluarga, membuat kedua belah pihak merasa nyaman satu sama lain tak lepas dari seni membangun hubungan dan komunikasi dalam rumah tangga. Begitu pula jika kita ingin pasangan khususnya suami lebih banyak waktu di rumah ketimbang di luar rumah.  Berikut ini beberapa cara untuk membuat suami betah di rumah:

  1. Sambut suami pulang dari kantor dengan senyuman, bukan dengan keluhan tentang ulah teman kerja atau pembantu yang tidak becus bekerja. Suami yang lelah setelah seharian bekerja pasti akan senang melihat senyum Anda dan cerita-cerita menyenangkan tentang anak-anak. Jangan langsung bebani dia dengan masalah rumah tangga.
  2. Lakukan ritual makan malam bersama anggota keluarga, yang diisi dengan cerita ringan dan humor. Memang kelihatannya sederhana. Tetapi jika dijalani secara rutin, ritual ini bisa mengakrabkan seluruh anggota keluarga.
  3. Sekali-kali berikan kesempatan pada suami untuk melakukan kegiatan tanpa diganggu, misalnya membongkar mobil, browsing internet, atau membaca buku. Jangan menginterupsi kesukaan suami. Biarkan ia berkutat dengan hobi dan kesukaannya.
  4. Jangan menuntut kerapian secara berlebihan. Hampir semua ibu rumah tangga pasti suka dengan rumah yang bersih. Tetapi tidak nyaman jika Anda terlalu berlebihan menanggapi barang-barang yang tidak pada tempatnya.
  5. Temani suami menonton acara kesayangannya, walaupun Anda tidak terlalu suka acara tersebut. Suami pasti senang menjelaskan tentang acara favoritnya kepada Anda. Jadi jangan sungkan bertanya dengan nada halus tanpa perlu memberikan komentar miring tentang acara tersebut.
  6. Tata rumah sehingga menyenangkan untuk dipandang. Sesuatu yang enak dilihat pasti membuat orang betah. Ini perlu dilakukan bukan hanya untuk suami, tapi juga untuk keluarga dan para tamu yang akan datang.
  7. Sekali-sekali adakan acara keluarga dengan mengundang anggota keluarga suami. Salah satu cara untuk mengenali sifat suami adalah dengan mengenali keluarganya. Ajaklah mereka berkumpul dan suguhi dengan masakan andalan Anda. Keluarga suami senang, suami pun tambah cinta dengan Anda.
  8. Dengarkan sungguh-sungguh dan tidak langsung memberikan penilaian saat suami bercerita tentang pengalamannya di kantor. Berikan masukan positif dan membangun, bukan komentar yang semakin menjatuhkan mentalnya.
  9. Kirim anak-anak untuk menginap di rumah kakek-neneknya sehingga Anda dan suami memiliki waktu untuk berdua saja di rumah. Waktu untuk bermesraan dengan suami juga harus terus dipupuk. Salah satunya dengan “mencuri” waktu untuk berduaan. Lupakan dulu masalah yang ada. Sekarang saatnya Anda dan suami kembali “pacaran”.
  10. Bangun lebih pagi dari suami dan siapkan makan paginya, walau sekadar roti bakar dan kopi. Sesibuk apa pun Anda di pagi hari, selipkan sedikit waktu untuk menyiapkan minum dan sarapan pagi untuk suami. Kalau dilakukan secara rutin, suami pasti akan selalu teringat nikmatnya kopi dan roti buatan Anda.
  11. Lakukan ritual agama bersama suami dan anak-anak. Minta suami yang memimpin kegiatan tersebut. Hal ini bisa menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa Anda dan anak-anak hormat kepada suami.
  12. Libatkan suami untuk membantu anak-anak belajar sesuai dengan bidang yang dikuasainya, misalnya matematika dan olahraga. Dengan begitu, sense of belonging atau rasa memiliki suami terhadap anak-anak akan semakin tercipta. Tawaran nongkrong di luar rumah pun akan ditampiknya demi kebersamaan dengan anak-anak.
  13. Bila Anda pandai memasak, buatkan suami makanan kesukaannya setiap akhir minggu. Nasi goreng buatan Anda pasti akan terasa lebih lezat jika dimasak dengan penuh cinta.
  14. Bila sedang membicarakan suatu masalah, jangan mengungkit-ungkit kesalahan suami di masa lalu. Lebih baik pikirkan bagaimana jalan keluar dan rencana ke depannya, bukan malah mundur ke belakang dan melihat ke masa lalu.
  15. Bicaralah dengan nada rendah, tidak terburu-buru dan dengan kalimat yang tidak menggurui. Suami akan tidak suka jika Anda terlalu menggurui dan membuatnya seperti anak kecil yang harus selalu diberitahu.
  16. Tetap tampil rapi dan menarik walaupun hanya di rumah. Jangan hanya berdandan bila akan ke kantor atau ke undangan pernikahan. Suami pasti akan lebih senang jika istrinya selalu memperhatikan penampilan ketika di rumah. Tidak perlu dandan berlebihan, yang penting tetap bersih dan enak untuk dilihat.
  17. Bila berbeda pendapat dengan suami, dengarkan dulu pendapatnya, baru kemukakan pendapat Anda. Lakukan itu tanpa meremehkan pendapat suami. Komunikasi tidak akan berjalan lancar jika Anda dan suami berbicara berbarengan. Hargai pendapatnya walaupun berbeda dengan pikiran Anda. Toh, Anda juga ingin diperlakukan sama, kan?
  18. Beri perhatian ekstra bila suami sedang sakit dan ajak anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Orang yang sedang sakit pasti butuh perhatian. Apalagi jika itu suami Anda. Jangan menambah bebannya dengan keluhan dan masalah yang sebenarnya bisa diselesaikan nanti.
  19. Banyak bersyukur atas apa yang telah diperoleh dari suami, bukan membandingkan harta benda dengan milik tetangga. Ada pepatah yang mengatakan bahwa rumput tetangga selalu lebih hijau. Ah, siapa bilang. Kalau Anda selalu bersyukur dengan pemberian suami, justru tetangga yang akan iri melihat keharmonisan keluarga Anda.
  20. Ungkapkan rasa cinta dengan sentuhan, pelukan hangat, dan kata-kata yang menunjukkan penghargaan Anda kepada suami. Percayalah, tindakan ini pasti membuat suami tak bisa jauh-jauh dari Anda.